Sela Waktu
Ada hari. Dan hari hari aku menjalani sebuah rasa ketidakselesaan terhadap jiwaku sendiri. Sampai satu tahap, aku merasa hatiku kosong. Kosong jauh di dasar lautan hatiku.
Aku penat mencari apakah kekosongan itu. Disebabkan rasa itu rasa yang kosong, maka, aku hanya berdiam dalam sela waktu yang tetap berjalan merangkak rangkak meninggalkan diriku. Dan aku juga tidak ingin mengejar ia lagi. Yang telah berlalu, ku biarkan ia berlalu meninggalkan ku.
Nafsuku tidak terasa ghairah untuk menjalani kehidupan ku. Terasa cemburu dan iri hati dengan manusia yang tetap cekal dan istiqamah menguruskan kehidupannya walaupun berulang kali berpusing melakukan hal yang sama. Mungkin mereka punya mindset yang positif dan bahagia. Terasa sentiasa seronok melakukan hal hal yang mereka jalani setiap hari. Alangkah baiknya sekiranya aku juga begitu.
Waktu tetap berjalan. Dan aku yang punya banyak ruang untuk melakukan hal hal, namun ku biarkan waktu itu tanpa menoleh ke arahnya lagi. Kasihan. Sekiranya waktu itu adalah manusia, nescaya aku akan dipukul dan ditariknya kasar supaya aku tetap berusaha melakukan sesuatu yang bermanfaat sebelum waktu terus berlalu. Aku termangu sendiri. Betapa kejamnya aku terhadap waktu. Atau tidak, aku lebih kejam terhadap diriku sendiri.
Momen hidup terus berlaku. Aku, masih bersendiri di sini. Jeda.
1613pm/300320
Aku penat mencari apakah kekosongan itu. Disebabkan rasa itu rasa yang kosong, maka, aku hanya berdiam dalam sela waktu yang tetap berjalan merangkak rangkak meninggalkan diriku. Dan aku juga tidak ingin mengejar ia lagi. Yang telah berlalu, ku biarkan ia berlalu meninggalkan ku.
Nafsuku tidak terasa ghairah untuk menjalani kehidupan ku. Terasa cemburu dan iri hati dengan manusia yang tetap cekal dan istiqamah menguruskan kehidupannya walaupun berulang kali berpusing melakukan hal yang sama. Mungkin mereka punya mindset yang positif dan bahagia. Terasa sentiasa seronok melakukan hal hal yang mereka jalani setiap hari. Alangkah baiknya sekiranya aku juga begitu.
Waktu tetap berjalan. Dan aku yang punya banyak ruang untuk melakukan hal hal, namun ku biarkan waktu itu tanpa menoleh ke arahnya lagi. Kasihan. Sekiranya waktu itu adalah manusia, nescaya aku akan dipukul dan ditariknya kasar supaya aku tetap berusaha melakukan sesuatu yang bermanfaat sebelum waktu terus berlalu. Aku termangu sendiri. Betapa kejamnya aku terhadap waktu. Atau tidak, aku lebih kejam terhadap diriku sendiri.
Momen hidup terus berlaku. Aku, masih bersendiri di sini. Jeda.
1613pm/300320
Comments
Post a Comment